Rabu, Mei 25, 2011
Selasa, Mei 24, 2011
Ikuti Perjalananku
Tour de Chine Slideshow: Hariyadi’s trip from Bekasi, Java, Indonesia to Beijing, China was created by TripAdvisor. See another Beijing slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.
Senin, November 01, 2010
Keceriaan
Selasa, Agustus 31, 2010
OBAT MUNTAH
Dalam perjalanan seorang ahli obat dari Cina, dia berhasil menemukan dan mengembangkan obat untuk mual-mual dan muntah yang terkenal sampai sekarang.Sayang saya lupa nama obatnya. Tapi bila anda ke toko obat Cina, bilang beli obat untuk mual dan muntah pasti akan di tunjukkan obatnya.
Awalnya dia selalu memperhatikan kucingnya si Meong. Si Meong bila sedang muntuh-muntah ternyata dia lari ke kebun dan makan rumput, terutama kalau ada rumput ilalang. Nah dari pengamatan ini dia kemudian mencoba mengambil beberapa daun ilalang kemudian direbus dan dicobakannya pada pasiennya. Ternyata hasilnya luar biasa. Pasiennya cocok dan tidak muntah-muntah lagi. Untuk lebih meyakinkan dia mencoba mengambil bagian daun dan bagian batang, diambil masing-masing segenggam, kemudian direbus dan air rebusan tadi di cobakan pada pasien. Dan ternyata bagian akar memberikan efek yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan bagian daun. Kemudian dia mulai berpikir untuk memproduksi obat yang berbahan dasa akar ilalang ini menjadi obat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak.
Awalnya dia selalu memperhatikan kucingnya si Meong. Si Meong bila sedang muntuh-muntah ternyata dia lari ke kebun dan makan rumput, terutama kalau ada rumput ilalang. Nah dari pengamatan ini dia kemudian mencoba mengambil beberapa daun ilalang kemudian direbus dan dicobakannya pada pasiennya. Ternyata hasilnya luar biasa. Pasiennya cocok dan tidak muntah-muntah lagi. Untuk lebih meyakinkan dia mencoba mengambil bagian daun dan bagian batang, diambil masing-masing segenggam, kemudian direbus dan air rebusan tadi di cobakan pada pasien. Dan ternyata bagian akar memberikan efek yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan bagian daun. Kemudian dia mulai berpikir untuk memproduksi obat yang berbahan dasa akar ilalang ini menjadi obat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak.
Jumat, Agustus 21, 2009
PEMAHAMAN ISLAM YANG KELIRU
Ada sebuah cerita, di mana di dalam suatu kampung ada lima orang buta. Mereka tidak buta dari lahir. Pada suatu hari mereka di ajak sama kepala desa ke kebun binatang. Singkat cerita mereka di ajak melihat gajah.Dan karena mereka tidak bisa melihat maka mereka ingin sekali merabanya. Kemudian mereka mendekat dan mulai memegangnya. Orang yang pertama memegang gadingnya dan berteriak 'Oh ternyata seperti tombak'. Lalu orang yang kedua ikut mendekat, dan dia memegang belalainya. Dan diapun bilang 'Oh bukan seperti tombak, gajah itu seperti ular'. Kemudìan orang yang ketiga ikut mendekat dan memegang bagian perut. Kemudian diapun bilang bahwa gajah itu ternyata seperti dinding. Orang ke empatpun ikut mendekat dan memegang bagian kaki dan dia bilang kalau ternyata gajah itu seperti tiang. Dan orang yang terakhir ikut memegang gajah dan ternyata yang di pegang adalah bagian ekornya. diapun berteriak bahwa ternyata gajah itu seperti sulak. Para pembaca sesungguhnya seperti itulah pemahaman kita kaum muslim terhadap ìslam. Dan asumsi seperti ini akan terus muncul kalau kita tidak mau terus belajar.
Selasa, Maret 10, 2009
Konferensi Kutu Se Dunia
Pada suatu pagi di Pantai Sanur Bali, seekor kutu sedang berjalan dengan tergesa-gesa dengan raut wajah yang kumal, awut-awutan dan tentu saja sangat kelelahan. Sedang asyik berjalan tiba-tiba dia di tegur sama seekor kutu yang lain yang kelihatan sangat necis, rapi dan jauh dari kesan amburadul.
"Hai kawan kenapa sih penampilan kamu kok amburadul seperti itu?" tanya si kutu Rapi
"Lah emang kenapa kalau aku seperti ini?" jawab si kutu Kucel
"Ya enggap apa-apa sih, emang kamu ke sini ikut apa?"
"Aku ikut di kumis pengendara motor besar dari Jakarta, makanya kena angin dan debu"
"Oh gitu. Lain kali kalau mau rapi ikutlah pramugari pesawat, pasti rapi dan wangi"
"Iya bener juga ya, tapi bagaimana caranya aku bisa ikut di sana" tanya si kutu Kucel
"Oh itu gampang. Begini caranya, kamu masuklah ke toilet wanita dan nempelah di tepat pipis kemudian tunggu sampai pramugari tadi masuk, pipis dan loncatlah kamu di rambut pramugari tadi, Gampang kan!" Jawab si kutu Rapi
--------------
Setelah satu minggu berlalu, di pantai Sanur matahari bersinar lembut. Pagi yang indah. Seekor kutu uang berpenampilan rapi sedang berjemur menikmati panasnya mentari pagi. Dan tiba-tiba datang temannya seekor kutu yang kucel mendekati
"Hei kawan kenapa kamu masih berpenampilan kucel seperti itu, apa nasehatku kemarin tidak kamu lakukan?" tanya si Rapi
"Oh sudah, aku sudah masuk ke toilet, terus nempel di rambut pramugari, tapi entah mengapa tiba-tiba seperti terjadi gempa dan OH... aku nempel lagi di kumis pengendara motor besar"
???????????????????????????????????????????????????????/
"Hai kawan kenapa sih penampilan kamu kok amburadul seperti itu?" tanya si kutu Rapi
"Lah emang kenapa kalau aku seperti ini?" jawab si kutu Kucel
"Ya enggap apa-apa sih, emang kamu ke sini ikut apa?"
"Aku ikut di kumis pengendara motor besar dari Jakarta, makanya kena angin dan debu"
"Oh gitu. Lain kali kalau mau rapi ikutlah pramugari pesawat, pasti rapi dan wangi"
"Iya bener juga ya, tapi bagaimana caranya aku bisa ikut di sana" tanya si kutu Kucel
"Oh itu gampang. Begini caranya, kamu masuklah ke toilet wanita dan nempelah di tepat pipis kemudian tunggu sampai pramugari tadi masuk, pipis dan loncatlah kamu di rambut pramugari tadi, Gampang kan!" Jawab si kutu Rapi
--------------
Setelah satu minggu berlalu, di pantai Sanur matahari bersinar lembut. Pagi yang indah. Seekor kutu uang berpenampilan rapi sedang berjemur menikmati panasnya mentari pagi. Dan tiba-tiba datang temannya seekor kutu yang kucel mendekati
"Hei kawan kenapa kamu masih berpenampilan kucel seperti itu, apa nasehatku kemarin tidak kamu lakukan?" tanya si Rapi
"Oh sudah, aku sudah masuk ke toilet, terus nempel di rambut pramugari, tapi entah mengapa tiba-tiba seperti terjadi gempa dan OH... aku nempel lagi di kumis pengendara motor besar"
???????????????????????????????????????????????????????/
Rabu, Maret 04, 2009
ULAR DAN ILALANG
Seekor ular adalah tetap menjadi ular, selamanya. tapi kenapa ya ular lidahnya bercabang dua?
Konon jaman dahulu ada dua orang sakti yang ingin tahu rahasia kehidupan yang abadi dari para dewa. Maka terkuaklah rahasianya, bahwa ternyata para dewa meminum air kehidupan yang ada di puncak svargaloka. Maka berangkatlah dua orang ksatrga tadi mencari air kehidupan, mereka ingin hidup abadi seperti para dewa. Singkat cerita mereka berhasil menemukannya. Dan memang dasar sifat manusia yang tamak dan tidak mau di saingi, mereka berebut ingin memiliki sendiri air kehidupan tadi. Alhasil karena dipakai rebutan air yang hanya sebotol tadi tumpah jatuh mengenai pohon ilalang. Melihat air kehidupan yang jatuh tadi serta merta si ular tadi menjilati daun ilalang. Nah karena daun ilalang itu sangat tajam maka lidah ular terbelah jadi dua. Dan karena ular sama ilalang tadi sempat meminum air kehi dupan makanya sampai sekarang mereka ada di mana-mana dan tidak bisa di hilangkan.
Konon jaman dahulu ada dua orang sakti yang ingin tahu rahasia kehidupan yang abadi dari para dewa. Maka terkuaklah rahasianya, bahwa ternyata para dewa meminum air kehidupan yang ada di puncak svargaloka. Maka berangkatlah dua orang ksatrga tadi mencari air kehidupan, mereka ingin hidup abadi seperti para dewa. Singkat cerita mereka berhasil menemukannya. Dan memang dasar sifat manusia yang tamak dan tidak mau di saingi, mereka berebut ingin memiliki sendiri air kehidupan tadi. Alhasil karena dipakai rebutan air yang hanya sebotol tadi tumpah jatuh mengenai pohon ilalang. Melihat air kehidupan yang jatuh tadi serta merta si ular tadi menjilati daun ilalang. Nah karena daun ilalang itu sangat tajam maka lidah ular terbelah jadi dua. Dan karena ular sama ilalang tadi sempat meminum air kehi dupan makanya sampai sekarang mereka ada di mana-mana dan tidak bisa di hilangkan.
Senin, Desember 22, 2008
Jangan Titip Uang Sama Polisi
Aku punya teman satu kos waktu mahasiswa dulu, namanya Abu Hanifah. Dia orang Jakarta asli, kuliah di Fak. Sosial Politik Univesitas Sebelas Maret, Solo. Seperti mahasiswa pada umumnya, kadang-kadang kami suka kehabisan uang bulanan, dan pinjam sana pinjam sini. Masih untung ada ibu Barjo yang punya warung, bisa dimintai hutang alias ngebon makan. Nah critanya si Abu Hanifah ini sudah mau ujian semesteran, maka segala uang SPP dan lain-lainnya harus lunas. kalau di total hampir lima ratus ribu rupiah. Abu bingung karena uang kiriman dari emaknya sudah habis buat ngebayar hutang-hutangnya bulan kemarin. Sementara mau minta lagi ke orang tua pasti tidak di beri, wong ayahnya cuma karyawan swasta di pabrik permen. Nah saking pusingnya dia menulis surat begini:
Kepada Yth Tuhan,
Berilah hambamu ini uang lima ratus ribu saja, untuk bayar SPP dan uang semesteran. Karena kalau tidak bayar sekarang tidak boleh ikut ujian dan harus ngulang satu semester lagi, kasihan nanti emak gue. Wassalam Abu Hanifah.
Kemudian di poskanlah surat tersebut di kotak pos di dekat kos-kosannya.
Tak lama kemudian datang tukang pos mengambil surat yang ada di kotak pos, di bacanya surat dari Abu tadi. Wah ini aneh, dari orang gila kali". pikir tukang pos. Nggak mau ambil pusing di buanglah surat tadi di kotak sampah.
Ternyata dari jauh ada seorang polisi yang mengamati kelakuan tukang pos tadi. Kemudian polisi tadi melihat ke tempat sampah dan mengambil surat yang di buang tukang pos tadi dan mulai di bacanya surat itu. Setelah habis membaca surat tadi, timbullah rasa iba di hati pak polisi. Dikumpulkanlah iuran dari teman-temannya. Dan ternyata terkumpul dua ratus ribu. Nggak apa-apa lah dari pada nggak sama sekali. Kemudian uang tadi di masukkan ke dalam amplop. Dan dengan hati-hati pak polisi tadi datang ke twmpat kos Abu tadi. Dilihatnya si Abu masih rajin belajar. Tak mau mengganggu, amplop tadi di selipkan pak polisi di bawah pintu. Si Abu melihat dan heran ada apa ya polisi kok datang tidak menemui dan menyelipkan amplop? Kemudian di bukanya amplop tadi. Dan setelah melihat isi amplop tadi dengan sedikit kecewa karena hanya dua ratus ribu dan masih kurang, kemudian dia menulis surat lagi
Kepada yth Tuhan,
Lain kali jangan menitipkan uangnya sama polisi. Terima kasih ???????????????????????
Kepada Yth Tuhan,
Berilah hambamu ini uang lima ratus ribu saja, untuk bayar SPP dan uang semesteran. Karena kalau tidak bayar sekarang tidak boleh ikut ujian dan harus ngulang satu semester lagi, kasihan nanti emak gue. Wassalam Abu Hanifah.
Kemudian di poskanlah surat tersebut di kotak pos di dekat kos-kosannya.
Tak lama kemudian datang tukang pos mengambil surat yang ada di kotak pos, di bacanya surat dari Abu tadi. Wah ini aneh, dari orang gila kali". pikir tukang pos. Nggak mau ambil pusing di buanglah surat tadi di kotak sampah.
Ternyata dari jauh ada seorang polisi yang mengamati kelakuan tukang pos tadi. Kemudian polisi tadi melihat ke tempat sampah dan mengambil surat yang di buang tukang pos tadi dan mulai di bacanya surat itu. Setelah habis membaca surat tadi, timbullah rasa iba di hati pak polisi. Dikumpulkanlah iuran dari teman-temannya. Dan ternyata terkumpul dua ratus ribu. Nggak apa-apa lah dari pada nggak sama sekali. Kemudian uang tadi di masukkan ke dalam amplop. Dan dengan hati-hati pak polisi tadi datang ke twmpat kos Abu tadi. Dilihatnya si Abu masih rajin belajar. Tak mau mengganggu, amplop tadi di selipkan pak polisi di bawah pintu. Si Abu melihat dan heran ada apa ya polisi kok datang tidak menemui dan menyelipkan amplop? Kemudian di bukanya amplop tadi. Dan setelah melihat isi amplop tadi dengan sedikit kecewa karena hanya dua ratus ribu dan masih kurang, kemudian dia menulis surat lagi
Kepada yth Tuhan,
Lain kali jangan menitipkan uangnya sama polisi. Terima kasih ???????????????????????
Langganan:
Entri (Atom)