Selasa, November 25, 2008

Kemangi

Nama latinnya Ocimum americanum L
Kemangi merupakan tanaman semak dengan tinggi batang sampai 1 meter. Batangnya kecil bercabang banyak. Daunnya mempunyai bau yang kas dan biasa dipakai untuk lalapan. Mudah di jumpai di pasar atau bisa ditanam denngan pot.
Kegunaan tanaman ini antara lain:
1. Memperlancar ASI
2. Menghilangkan bau badan terutama pada ketiak
3. Untuk mengurangi lemah jantung.
Kandungan Zat yang ada di daun kemiri antara lain:
Minyak atsiri ( methyl chaficol ), saponin, flavanoid, dan tanin

DAUN BELUNTAS

Apium graveolens
Merupakan tananman semak, bercabang banyak, tumbuh tegak tingginya kurang lebih 2 meter. Beluntas ditanam berjajar, dan biasanya dimanfaatkan sebagai pagar hidup. Daunnya berbentuk lonjong, panjang daun kurang lebih 6 cm, daunnya kalau diremas akan berbau sedap. Daun ni dibeberapa daerah dimanfaatkan sebagai lalapan.
Kegunaaannya antara lain:
1. Sakit pegal linu, ambil daun beluntas 10 lembar, dicuci bersih kemudian diseduh dengan air panas 1 gelas dan dicampur madu satu sendok makan. Diminum kalau akan tidur.
2. Daun beluntas secukupnya direbus dan dicampur dengan daun pandan, daun serai, daun jeruk dan kayu manis. Kemudian air rebusan tadi disaring dan dicampur dengan air dingin supaya tidak terlalu panas, sampai hangat suam-suam kuku. Air ramuan tadi brguna untuk mandi rempah yang berkhasiat untuk menghilangkan bau badan dan menetralisir lemak-lemak di badan.
3. Daun beluntas berguna untuk menghilangkan bau badan dan bau mulut yang kurang sedap.
Kandungan daun beluntas antara lain Natrium, Kalium, Aluminium, Magnesium dan Fosfor

Rabu, November 19, 2008

Minyak Kelapa Murni Untuk Obat Kencing Manis (Diabetes)

Diabetes mellitus di Indonesia dikenal dengan nama kencing manis. Kencing manis adalah glikosuria (glukosa dalam urin) yang diakibatkan Karena menumpuknya glukosa dalam darah sehingga dikeluarkan bersama urin. Dalam kondisi ini, produksi insulin atau enzim menurun sehingga metabolisme terganggu. Hal ini menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel-sel sehingga konsentrasi glukosa darah meningkat. Timbunan glukosa tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dan akhirnya dibuang bersama urin.
Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi energi untuk sel dengan cara mentransfer glukosa darah dalam sel-sel yang membutuhkan. Glukosa dalam darah tidak dapat langsung digunakan sebagai energi, harus ditransfer terlebih dahulu ke dalam sel-sel melalui proses oksidasi dalam sel. Selain itu, insulin juga mengubah glukosa menjadi energi cadangan (glikogen dan lemak). Jika glukosa darah berlimpah, akan diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati dan otot. Sementara lemak disimpan dalam jaringan adipose, untuk menormalkan kadar glukosa darah.
Kandungan MCFA (medium chain fatty acid)dalam VCO,mampu merangsang produksi insulin, yaitu hormon pengangkut zt gula ke dalam sel-sel tubuh. Selain itu, VCO juga dapat menembus dinding usus tanpa bantuan enzim sehingga sel mampu menghasilkan energi lebih cepat.
Di Indonesia minyak kelapa murni bisa diperoleh di apotek dan toko obat, yang biasanya dijual dengan nama VCO ( Virgin Coconut Oil ). Kalau di Jawa masih banyak ibu-ibu yang membuat sendiri minyak kelapa ini, dan umum menyebut sebagai minyak klentik.

Senin, Juni 16, 2008

Kumis Kucing

Di Jawa tanaman ini banyak di jumpai. Umumnya tumbuh liar di kebun-kebun atau di tegalan. Tapi saat ini mulai di budidayakan sebagai tanaman pot maupun di kebun.
Kumis kucing mempunyai khasiat sebagai penurun kadar gula darah, dan ini sudah sangat populair di Indonesia. Di Malaysia tanaman ini di kenal sebagai misai kucing. dan mungkin juga sama terkenalnya seperti di Indonesia. Sehingga di Malaysia ada sebuah industri farmasi lokal yang berani mengembangkannya untuk di buat sebagai obat kencing manis atau Diabetes Melittus

Rabu, Juni 11, 2008

Mengobati sakit diare

Dalam pengobatan traditional Indonesia banyak tumbuhan yang bisa dipakai untuk mengobati diare ini. Yang banyak di kenal adalah daun jambu batu atau jambu klutuk. Dimana dau jambu yang masih muda 5 lembar direbus dengan segelas air sampai mendidih airnya di minum.

Rabu, Juni 04, 2008

Diabetes Melitus

What is diabetes mellitus?

Diabetes is a disease in which the body doesn't produce or properly use insulin. Insulin is a hormone produced in the pancreas, an organ near the stomach. Insulin is needed to turn sugar and other food into energy. When you have diabetes, your body either doesn’t make enough insulin or can’t use its own insulin as well as it should, or both. This causes sugars to build up too high in your blood. Diabetes mellitus is defined as a fasting blood glucose of 126 milligrams per deciliter (mg/dL) or more. “Pre-diabetes” is a condition in which blood glucose levels are higher than normal but not yet diabetic. People with pre-diabetes are at increased risk for developing type 2 diabetes, heart disease and stroke, and have one of these conditions: impaired fasting glucose (100 to 125 mg/dL) impaired glucose tolerance (fasting glucose less than 126 mg/dL and a glucose level between 140 and 199 mg/dL two hours after taking an oral glucose tolerance test) What are type 1 and type 2 diabetes? Type 2 diabetes is the most common form. It appears most often in middle-aged adults; however, adolescents and young adults are developing type 2 diabetes at an alarming rate. It develops when the body doesn’t make enough insulin and doesn’t efficiently use the insulin it makes (insulin resistance). Type 1 diabetes usually occurs in children and young adults. In type 1, the pancreas makes little or no insulin. Without daily injections of insulin, people with type 1 diabetes won’t survive. Both forms of diabetes may be inherited in genes. A family history of diabetes can significantly increase the risk of developing diabetes. Untreated diabetes can lead to many serious medical problems. These include blindness, kidney disease, nerve disease, limb amputations and cardiovascular disease (CVD). How are insulin resistance, diabetes and CVD related? Diabetes is treatable, but even when glucose levels are under control, it greatly increases the risk of heart disease and stroke. In fact, most people with diabetes die of some form of heart or blood vessel disease. Pre-diabetes and subsequent type 2 diabetes usually result from insulin resistance. When insulin resistance or diabetes occur with other CVD risk factors (such as obesity, high blood pressure, abnormal cholesterol and high triglycerides), the risk of heart disease and stroke rises even more. Insulin resistance is associated with atherosclerosis (fatty buildups in arteries) and blood vessel disease, even before diabetes is diagnosed. That’s why it’s important to prevent and control insulin resistance and diabetes. Obesity and physical inactivity are important risk factors for insulin resistance, diabetes and cardiovascular disease. How is diabetes treated? When diabetes is detected, a doctor may prescribe changes in eating habits, weight control and exercise programs, and even drugs to keep it in check. It's critical for people with diabetes to have regular checkups. Work closely with your healthcare provider to manage diabetes and control any other risk factors. For example, blood pressure for people with diabetes and high blood pressure should be lower than 130/80 mm Hg. AHA Recommendation Diabetes is a major risk factor for stroke and coronary heart disease, which includes heart attack. People with diabetes may avoid or delay heart and blood vessel disease by controlling the other risk factors. It's especially important to control weight and blood cholesterol with a low-saturated-fat, low-cholesterol diet and regular aerobic physical activity. It's also important to lower high blood pressure and not to smoke. For information on hyperglycemia and hypoglycemia, please see the related entry in this encyclopedia. Related AHA publications: Heart and Stroke Facts Know the Facts, Get the Stats Diabetes, Heart Disease and Stroke (also in Spanish) An Eating Plan for Healthy Americans Managing your Weight (also in Spanish) Easy Food Tips for Heart-Healthy Eating (also in Spanish) Reading Food Labels: A Handbook for People With Diabetes, order from American Diabetes Association (1-800-232-3472) "How Can I Manage My Weight?" in Answers By Heart kit (also in Spanish kit)

Minggu, Juni 01, 2008





Traditional Medicine atau sekarang banyak di kenal lewat herbal medicine, semakin mendapat tempat di masyarakat. Terutama untuk kita di Indonesia, karena faktor ketersediaannya maupun faktor ekonomis. Secara turun temurun tanaman obat-obatan sudah di gunakan di masyarakat kita. Banyak catatan-catatan maupun tulisan tulisan tentang obat tradisional. Terutama di Jawa banyak ramuan obat-obatan yang dikembangkan oleh tabib di keraton Surakarta maupun di Yogjakarta. Selama ratusan tahun mereka menyimpan sebagai ramuan rahasia, mungkin sebagian masih sebagai mithos sampai sekarang.



Banyak obat-obatan modern dulunya adalah hasil penemuan baik sengaja maupun tidak sengaja, seperti penemuan pil kina yang berasal dari tumbuhan kinine untuk penyakit malaria, ataupun penemuan obat muscle relaksan seperti curare yang selama ini getahnya di pakai suku Indian untuk melumuri anak panahnya pada saat berburu sehingga pada waktu binatang buruan kena di panah jatuh tapitidak mati. Juga pemakaian kokain untuk penghilang rasa sakit, dan tentunya masih banyak lagi.


Kami pernah menggalakkan penanaman tabulapot di lingkungan kami, dan cukup berhasil dimana setiap rumah kami anjurkan untuk menanam dua atau tiga macam tanaman obat. sehingga satu RT ada terdapat kurang lebih 100 jenis tanaman obat.


Adapun sebagai contoh pemakaian tanaman herbal ini adalah:





gejalanya terjadi bercak-bercak merah, dan gatal. Pada pengobatan herbal yang dibutuhkan adalah segenggam daun patekan kebo, diremas dioleskan ke tempat yang sakit dan insya Allah dalam hitungan menit sudah sembuh.


Tanaman obat yang bisa ditanam di dalam pot antara lain:


jahe, lengkuas, kunyit, cabejawa, brotowali, tapakdara putih, pohon dewa, sembukan, dll